Kamis, 03 September 2015

Bukan Bangunan Bersejarah



            Berkunjung ke luar negeri bisa jadi impian banyak orang. Tujuannya pun berbeda-beda. Ada yang sekadar ingin melakukan pesiar, melepas penat, refreshing, dan menikmati kelebihan rezeki. Namun, tidak sedikit yang ingin mencari serta menemukan hal-hal yang tidak dijumpai di negaranya. Seperti tempat-tempat dan bangunan-bangunan  bersejarah maupun makanan khas dan perbedaan budayanya. Selain itu, pernahkah terbesit untuk merekam objek –objek sederhana tapi ternyata jika diabadikan dalam gambar, hasilnya bisa menjadi cerita tersendiri?
            Setelah di beberapa catatan perjalanan sebelumnya saya fokus pada objek bangunan dan tempat bersejarah negara-negara yang pernah saya kunjungi, kali ini saya tergoda untuk menampilkan yang berbeda dari itu semua. Apa sih?

Kamar mandi umum dan uang receh
            Pertama kali ke luar negeri, saya mengira kalau mau buang air kecil dan besar di kamar mandi umum itu gratis. Saya menganggap luar negeri itu 'kan negara maju yang sudah nggak butuh sama pemasukan kecil seperti itu. Ternyata tetap bayar. Malah beberapa tarifnya bisa lebih mahal dari di Indonesia. Di London misalnya, untuk masuk ke kamar mandi umum kita harus punya uang 25 –  30 penny. Setara dengan sekitar Rp7000. Sedangkan di Jerman, kita harus membayar 0,50 Euro atau sekitar Rp7.800,-. 
 
Ini salah satu model kamar mandi umum di UK (dokpri)
            Belum lagi bagi yang biasa dan wajib membasuh dengan air selepas buang air, membayar tujuh ribuan rasanya kok mahal ya? Malah kita terpaksa harus repot sedikit menampung air dalam botol pula di kran yang diletakkan di luar. Di sanalah letak serunya. Mungkin jarang yang memperhatikan hal-hal sepele seperti ini. Saya justru suka mengambil foto tarif harga yang selalu ditempel di depan pintu-pintu masuk kamar mandi (tapi bukan buat mandi lho) di sana. Iseng? Bisa jadi. *tersenyum puas, hihihi....*


Mesin penukar uang depan pintu masuk KM (dokpri)
Bagi yang tidak punya uang receh, beberapa kamar mandi umum menyediakan mesin penukar uang. Tapi ada juga penjaga kamar mandi yang baik hati dan mau membantu memberi tukaran uang kepada pengunjung kamar mandi itu. Meskipun begitu, supaya nggak repot, biasakan dan ingatlah untuk tetap membawa uang pecahan sejumlah tarif-tarif kamar mandi di sana.

Tidak punya tiket belum sah?
            Satu lagi yang terkait dengan kamar mandi umum di luar negeri (contohnya di Eropa). Kalau kita sudah memasukkan uang ke dalam mesin di depan pintu masuk, biasanya mesin akan mengeluarkan tiket. Tiket itu bukti kalau kita sudah membayar. Namun, tidak semua pintu masuk kamar mandi umum memberikan tiket sebagai bukti sudah membayar. Ada juga yang ketika kita sudah memasukkan uang, besi di portal (jalur masuk) seukuran badan kita pun akan terbuka saat didorong atau dilewati. 
Tiket masuk kamar mandi umum (dokpri)
 
Ada yang bulat dan melebar
            Ini bukan makanan lho ya, tapi tempat sampah. Siapa sih yang suka iseng moto tempat sampah? Saya...! *angkat tangan tinggi-tinggi ... jangan tutup hidung ya* 
Saya dan tempat sampah ^_^
            Dulu, boro-boro moto tempat sampah. Kalau kebetulan nggak sengaja kefoto pas berdiri di dekat tempat sampah, saya pasti bete. Pengin buru-buru menghapus foto itu. Tapi, sekarang beda, karena tempat sampahnya bagus sih. *tetap aja tempat sampah ya namanya... biarin ah*

Tempat sampah seperti ini ada di beberapa lokasi (dokpri)
            Saat jalan-jalan kemarin, keisengan saya kambuh. Ada dua tempat sampah yang berhasil saya foto (sebenarnya ada beberapa, tapi sudah kedelete di hape...hiks). Ada yang bentuknya bulat dan melebar ke samping. Suami saya suka kagok jika diminta mengambil foto saya sambil berdiri di samping tempat sampah itu. “Memang nggak ada objek yang lebih keren buat fotoan?” ujarnya dengan tatapan aneh ke saya. Dalam hati geli juga sih, tapi dia tetap memoto.
Yang seperti ini juga banyak dan bukan untuk membuang puntung rokok (dokpri)
            Menurut saya (silakan dibantah kalau nggak cocok ya ... qiqiqi), tempat sampah yang bentuknya unik-unik itu punya daya magnet. Dengan melihat bentuknya, orang jadi segan membuang sampah sembarangan. Tempat sampah itu menjadi sahabat yang secara tidak langsung mengajarkan untuk disiplin menjaga kebersihan. Ini menurut saya sih.
            Semoga setelah selesai membaca judul dan isi catatan ini, tidak ada yang protes apalagi berdemo di blog saya ya. *senyum-senyum deg-degan*  Ini memang bukan tentang bangunan bersejarah di luar negeri. Sama sekali bukaaan .... *berlalu santai*   [Wylvera W.]
           

Kamis, 20 Agustus 2015

Nonton “Fantastic 4” Bareng Citoku


Foto dipinjam dari sini

Undangan nonton bareng di sebuah grup blogger memang selalu mendapat respon yang lumayan ramai. Kalau tidak cepat membaca dan mendaftar, alamat tidak kebagian tempat. Apalagi kalau yang memberi peluang itu, grup/komunitas yang di dalamnya beranggotakan para blogger keren yang aktif memantau info terkini, dijamin dalam waktu singkat quota akan penuh. Saya termasuk blogger yang beruntung. Ketika Admin di grup Blogger Reporter ID mem-posting undangan nonton bareng bersama Citoku, saya termasuk dalam quota.

Lumayan, masih sempat welfie (dokpri)
Di undangan terjadwal acara akan dimulai pada pukul 11.00 WIB sampai selesai. Sementara saya dan seorang teman (anggota BRID juga), berangkat dari Bekasi dengan waktu yang mepet. Sepanjang perjalanan saya sudah memperkirakan kalau kami akan terlambat atau kehilangan momen. Namanya blogger, acara seperti ini tentulah menjadi bahan untuk dijadikan tulisan pengisi blog. Foto-foto dan situasi acara menjadi pelengkap tentunya. Jadi kata terlambat itu selalu bikin cemas. *jiaaah ... jadi ceramah ini*
Baiklah, ternyata waktu ternyata masih memihak kepada kami. Sesaat sebelum film diputar, kami pun tiba di Cinema XXI Plaza Semanggi. Sedikit terburu-buru, kami harus memakai kaus yang disediakan oleh panita. Sstt ... ada tambahan lagi. Kami dibekali goodie bag yang salah satu isinya makanan ringan berbahan dasar kentang. Makan ringan yang diproduksi oleh PT. Sumber Mitra Sejati ini bisa dibeli langsung di toko dan bisa juga dibeli lewat online di www.mowngemil.com. Kedua varian rasanya (original dan seaweed atau rumput laut) gurih dan sama-sama sedap. Pas banget untuk teman nonton. 


Suasana dalam bioskop sebelum film diputar (dokpri)

Kembali ke momen keterlambatan kami tadi. Untunglah filmnya belum diputar dan saya masih sempat merekam sesi pembuka acara (pengundian door prize dan kuis) yang tinggal diujung-ujungnya. Katanya ada empat gadget yang disediakan bagi penonton yang beruntung. Tentu bukan kami yang beruntung itu. *wkwkwk ... siapa suruh telat*

Ulasan (super) singkat tentang film “Fantastic 4”
            Sesaat setelah itu, akhirnya film pun diputar. Dengan bekal yang lagi-lagi disediakan oleh panitia (popcorn dan minuman dingin), saya siap menatap layar dari bangku paling atas sebelah kanan ruang bioskop.
 
Sumber dari sini
Sejujurnya saya tidak ingin menuliskan sesuatu yang mengandung unsur spoiler. Justru itu, saya tidak akan mengurai isi film dari awal hingga endingnya. Tapi, sedikit memberi ulasan mungkin bisa menjadi bahan perbandingan bagi yang sudah dan akan menonton.
Sebelumnya saya sempat melihat official trailer film ini di youtube. Judulnya “Fantastic 4”. Bagi penggemar film-film Hollywood (yang mempertontonkan aksi-aksi super hero), film ini tentulah menjadi sesuatu yang ditunggu. Film “Fantastic 4” ini mengisahkan tentang empat jagoan dengan kekuatan super hero yang berbeda-beda dalam memberantas kejahatan. Film ini mengambil ide cerita dari komik “The Ultimate Fantastic Four”  yang dirilis oleh Marvel sebagai salah satu bagian Marvel Universe.
Kisah di awal menampilkan sosok masa kecil dari tokoh utamanya. Richard kecil adalah seorang siswa sekolah dasar yang jenius namun selalu dianggap aneh oleh guru sains dan teman-teman sekelasnya. Cibiran yang diterima Richard saat membeberkan keingannya untuk memindahkan sebuah benda ke dimensi berbeda lewat alat penelitiannya, tidak membuatnya patah semangat. Dari sinilah cerita bergerak. Plot pembuka yang menarik. Seterusnya, saya menunggu dalam durasi yang lumayan panjang. Walaupun di awal mungkin penulis cerita ingin menggambarkan asal mula berubahnya kemampuan super hero dari keempat jagoan dalam film ini, namun bagi saya penyajian alurnya agak terkesan lambat. 

Pengin lihat trailernya? Monggo....

Di film serupa dengan bintang/pemeran berbeda sebelumnya, saya dan keluarga selalu merasa terpuaskan. Plotnya tidak berpanjang-panjang sehingga adegan-adegan menegangkan yang menjadi daya tarik film tersebut, langsung menyedot perhatian saya dan keluarga. Sementara adegan heroik dari keempat pahlawan seperti Mr. Fantastic (Reed Richard) yang mampu melenturkan bagian tubuhnya seperti karet, The Invisible Woman (Sue Storm) dengan kemampuan menghilangnya, The Human Torch (Johny Storm) yang bisa berubah menjadi manusia api, serta The Thing (Ben Grimm) yang tubuh aslinya berubah menjadi manusia batu dengan kekuatan super, tidak maksimal dikerahkan. Ini yang membuat saya sedikit kurang terpuaskan. Untung ada kunyahan ringan dari Citoku. Hahaha ... lumayanlah untuk membuat mata tetap konsisten memandang layar. 

Semua ini gratis ... tis ... tis dan enyaaak (dokpri)
Eiiits ...! Ini hanya ulasan versi saya. Selalu ada versi berbeda yang tetap memikat yang disajikan oleh “Fantastic 4”. Bagian mananaya itu? Ada dialog-dialog yang bisa dikutip menjadi quote keren. Penasaran ‘kan? Silakan nonton, jangan sampai terlewat. [Wylvera W.]
           
  

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...