Minggu, 06 Oktober 2013

Cantik itu Anugerah





Tampil cantik tentulah menjadi idaman setiap perempuan. Lalu, seperti apakah ukuran kecantikan itu?  Umumnya kecantikan itu diukur semata-mata dari wajah dan keindahan bentuk tubuh saja. Sementara menurut saya, cantik tidak semata dilihat dari tampilan wajah dan fisik saja.  Cantik itu lebih mengarah pada aspek rohani (inner beauty). Tetapi, bukan berarti perempuan tidak boleh berhias, karena berhias ditujukan untuk melengkapi kecantikan rohani tadi.

Tampil cantik dengan produk halal.
Mengingat semua pemahaman itu, saya juga ingin tampil cantik, baik secara rohani maupun jasmani. Tetapi sebelum sampai pada tujuan ini, saya sempat menyadari ketidakpedulian saya terhadap tampilan luar saya. Sebab, sebelumnya saya adalah tipe perempuan yang tak begitu memedulikan tampilan luar khususnya tata rias pada wajah. Saya pikir dengan memakai bedak tabur saja di wajah, sudah cukup melengkapi penampilan saya. Saya ingin mengubah konsep itu. Maka, dari waktu ke waktu kebiasaan itu perlahan-lahan berubah seiring dengan keinginan saya untuk mulai tampil cantik secara paripurna.
Saya mulai mencari produk yang aman dan tentunya juga halal kandungannya. Dengan banyaknya kosmetik yang dijual di pasar, saya tak mau terkecoh. Produk kosmetik halal lah yang harus saya temukan. Saya tidak mau bermain-main dengan itu, sebab halal is my life. Setelah sekian lama mencari-cari produk yang halal dan aman, akhirnya pilihan saya jatuh pada Wardah. Sejak awal saya sudah menebak bahwa produk Wardah ini aman. Dan, betapa leganya ketika saya mengetahui bahwa Wardah  telah mendapat sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Yang lebih meyakinkan lagi, Wardah juga telah mendapatka Halal Award sebagai kosmetik halal di Indonesia pada bulan Juli 2012 lalu.

Inilah teman setia sebelum saya memiliki koleksi wardah  lebih lengkap.
Setelah itu, saya belilah produk Wardah yang paling saya butuhkan. Kemudian, saya mulai terampil mengoleskan bedak yang mengandung foundation sebaga tabir surya (UV protection) agar sinar matahari tidak menorehkan warna hitam di permukaan kulit wajah saya. Saya pilih two way cake. Dengan bedak ini saya bebas beraktivitas di luar rumah. Untuk bibir, saya menggunakan lipgloss sebelum memulasnya dengan lipstick tipis dengan warna lebih cerah dari bibir saya.
Ternyata, cara ber-make up saya masih tergolong standar jika merujuk pada buku-buku kecantikan. Namun, saya tidak mau terburu-buru mengubah standar itu. Sampai pada suatu hari tiba-tiba keinginan untuk mengubah gaya berhias datang begitu kuat. Ketika itu, saya terpilih sebagai nominasi di acara penganugerahan “Ibu Teladan” oleh salah satu Majalah Muslimah Nasional, saya menemukan momen yang sangat mengesankan. Saat itu, keduapuluh finalis (termasuk saya) didandani dan di-make up oleh kru Wardah dengan menggunakan produknya. Saya yang tadinya datang dengan dandanan standar, tiba-tiba berubah menjadi cantik (seperti itulah menurut saya). 
Semakin cantik setelah di-make up oleh kru Wardah.
Dari tahapan yang dilakukan oleh kru Wardah itu (dan dari hasil tanya-tanya juga tentunya), saya sempat merekam dalam ingatan tentang urutan yang dilakukan pada wajah saya. Namun, menurut saya tahapan itu bisa saya gunakan hanya untuk keperluan menghadiri acara-acara tertentu agar kesan pada wajah berbeda dari tata rias keseharian yang saya lalukan. Adapun beberapa tahapannya sebagai berikut;
  •  Wajah dibersihkan terlebih dahulu dengan pembersih Wardah.
  • Wajah dioles dengan liquid foundation dan creamy foundation dengan warna yang katanya setingkat di atas warna kulit wajah untuk menampilkan kesan natural.
  • Foundation diratakan dengan kuas. Untuk pipi, gerakan kuas serong ke bawah (pipi tengah) dan lurus ke bawah (pipi ujung), melintang di bagian kening serta vertikal di bagian dagu, gerakan kuas mengarah ke luar (dari sudut mata dekat hidung menuju ujung tulang pipi).
  • Setelah meratakan foundation, wajah ditambahi bedak two way cake dengan cara menepuk-nepuknya lembut.
  • Selanjutnya lengkapi riasan wajah dengan blush on, eyeshadow, maskara (jika memang perlu untuk tampil di acara tertentu).
  • Untuk bibir bisa dipoles dengan lipgloss terlebih dahulu atau langsung menggunakan lipstick dan wonder shine (untuk memberi kesan glossy pada bibir).

" Kamu semakin cantik."
Perempuan mana yang tidak senang jika mendengar pujian tentang kecantikanya? Begitu juga dengan saya. Saya bertambah yakin kalau Wardah telah memberikan sentuhan berbeda pada wajah saya ketika suami saya tiba di lokasi acara pemilihan "Ibu Teladan" itu. Tanpa diduga dia spontan memuji dengan mengatakan, “Kamu semakin cantik!” Karena terkejut dan bahagia, saya sampai tak bisa membalas pujian itu. Ternyata bukan hanya suami saya yang memuji perubahan tampilan di wajah saya, beberapa teman (yang semuanya perempuan) juga ikut mengatakan kalau saya cantik dan benar-benar tampil beda. Saya bahagia dan bersyukur menyikapi semua itu.
Begitulah, setelah momen yang membahagiakan itu usai, saya bertekad ingin mengoleksi produk Wardah lebih banyak lagi. Saya pun pergi ke counter Wardah yang ada di salah satu pusat perbelanjaan Bekasi. Sampai di counter Wardah, saya disuguhi bermacam-macam jenis produk yang tersedia di display mereka. Menurut penjaga counter itu, Wardah memiliki 200 macam jenis produk. “Wow! Banyak banget,” komentar saya kala itu.
Mulai terampil menggunakan Wardah.
   Dari beberapa jenis yang ditawarkan, saya tekun menyimak keunggulan masing-masing produk tersebut. Akhirnya saya memilih beberapa yang saya butuhkan. Diantaranya, blush on, eyeshadow, Wardah Cleanser dan Wardah Facial Wash, Wardah Facial Scrub dan Wardah Peeling Cream, Wardah Facial Mask, Wardah Facial Massage Cream, Wardah Hydrating Toner, Olive Soft Scrub (untuk mengangkat kotoran yang menempel pada kulit tangan dan kaki) serta Romantic Rose Bouquet hand and body lotion.
Koleksi Wardah (untuk wajah).

Koleksi Wardah (untuk kulit tubuh).
Sejak itu, saya pun mulai terbiasa dengan penampilan riasan wajah yang lebih dari sekadar memakai bedak dan lipstick. Sesekali saya menyapukan blush on untuk mencerahkan rona wajah dan memoleskan eyeshadow untuk menajamkan kelopak dan lingkar mata saya.  Lalu, untuk menjaga kesehatan dan kesegaran kulit wajah dan kulit tubuh, saya mulai rajin melakukan tahapan-tahapan seperti;
  •      Membersihkan wajah dengan Wardah Cleanser dan Facial Wash.
  •   Dua sampai tiga hari sekali saya menggunakan Wardah Facial Scrub dan seminggu sekali  memakai Wardah Peeling Cream untuk mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori wajah.
  •   Kalau saya banyak beraktivitas di luar rumah, maka seminggu sekali saya juga menggunakan Wardah Facial Mask untuk membantu melembabkan serta mengencangkan kulit wajah saya.
  •   Kalau terasa wajah mulai kaku dan tegang, saya sesekali juga menggunakan Wardah Facial Massage Creamnya untuk pemijatan. Biasanya setelah ini wajah saya kembali segar.
  •  Untuk menjaga pori-pori wajah saya terhindar dari kotoran yang bisa menyumbatnya, saya menggunakan Wardah Hydrating Toner.
  •      Untuk kesegaran kulit badan, saya memilih Olive Soft Scrub yang mengandung olive oil dan kaya akan antioksidan, menjaga kesehatan kulit serta memberikan kelembaban ekstra pada kulit saya.
  •   Untuk mempertahankan keremajaan kulit, saya tak lupa untuk selalu mengoleskan Romantic Rose Bouquet hand and body lotion ke seluruh tangan dan kaki. Wewangian mawar yang lembut dan kandungan minyak zaitunnya berfungsi memberikan sentuhan kelembaban dan kelembutan di permukaan kulit tangan dan kaki saya. 
Semakin percaya diri memakai produk Wardah.
Semakin hari saya semakin merasakan manfaat dari semua rangkaian perawatan itu. Dan, betapa senangnya karena pada akhirnya cara saya merawat dan menghias wajah menjadi perhatian beberapa teman yang suka jalan bareng. Menurut mereka, usia saya yang sudah mencapai 43 tahun masih selalu terlihat segar (bikin wajah bersemu senang lho ini, hehehe....). Satu lagi pujian yang sempat membuat saya tersipu-sipu itu adalah, “Kamu pakai produk apa? Make upnya sederahana, tapi jadi terlihat lebih segar. Kamu semakin cantik dan keliatan awet muda ya,” begitu ujar mereka.
     Sejak itu, saya pun semakin bertambah percaya diri menggunakan produk Wardah. Semoga pengalaman yang saya rasakan dan uraikan di blog ini, bisa memberikan inspirasi bagi kaum perempuan (terutama yang muslimah) yang masih takut-takut memilih produk kosmetik untuk tata rias wajah dan kesegaran tubuhnya. Sebab, cantik itu anugerah dari Sang Maha Pencipta. Merawat serta mempertahankannya adalah pilihan. []

Note: Tulisan ini diikutkat dalam
LOMBA BLOG bertema "Aku dan Kosmetik Halal"

20 komentar:

  1. jujur,saya g suka dandan mbk hehehe.....seru aja kalo lhat temen2 yg sebelum kemana2 dandan dulu,seneng lihatnya......sukses kontesnya mbk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadinya aku juga begitu, Mbak. Tapi, lama kelamaan semakin paham kalau dandan itu perlu. Btw, Aamiin, makasih ya Mbak.

      Hapus
  2. Tambah cantik dengan kosmetik halal (Wardah) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, makasih Mbak Santi. ;)

      Hapus
  3. Kalau sudah jelas halal begini, makainya pun tenang ya, Kak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Haya. Mau dibawa sholat pun aman. :)

      Hapus
  4. Perempuan memang harus tampil cantik, karena itu saya nggak boleh protes ya kalau istri saya beli kosmetik terus? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, komentar ini perlu didengar para bapak ni. ^_^

      Hapus
  5. Dulu aq juga sll dandan,stlh punya anak dan anak msh kecil ga sempet pakai mcm2. Paling bedak doank :D semoga menang mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya banyak ibu-ibu muda yang seperti itu ya, Mak. Tapi, ternyata kalau kita keterusan membiarkan kebiasaan cuek itu, kulit akan cepat menuanya. Kalau untuk sehari-hari, sepertinya perlu juga sedikit tampil cerah dari sekadar pakai bedak lho, Mak. ;) Btw, Aamiin... makasih ya. :)

      Hapus
  6. Wah... cantik, awet muda. Gutlak yah Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih, Mbak Oci. :)

      Hapus
  7. Dandan itu perlu memang. Kalau sehari-hari, aku sih dandan natural. *comot make-upnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Fit. Aku juga kalau sehari-hari cukup pakai two way cake nya Wardah dan lipstick untuk wajah. Tapi, untuk body, aku suka pakai hand and bodynya. Harumnya enak banget. Coba deh. :)

      Hapus
  8. Good luck, Mbak Wik *comot make-upnya :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Fita. Hahaha... *balikiiin. :p

      Hapus
  9. Keren mbak tulisannya...
    Goodluck yaah...

    saya juga ada cerita pengen cantik malah jadi kaya badut hahaha tapi untung ketemu wardah juga... hingga akhirya wardah jadi gaya make up saya sehari-hari.. silahkan mampir kalo ada waktu http://farichatuljannah.blogspot.com/2013/09/untung-bertemu-wardah-because-halal-is.html

    terimakasih :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih, Mbak Icha.
      Iya, Wardah memang buat kita nyaman memakainya. Aku juga awalnya suka lihat-lihat make up para modelnya, terutama Inneke. Make up-an tapi tetap terlihat natural begitu. Jadilah pengen terampil juga. :)
      Btw, nanti aku mampir ya, Mbak. Makasih juga sudah mampir ke sini. :)

      Hapus
  10. iya nih semakin cantik :) ,.

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...