Minggu, 12 Juli 2015

Menyiasati Waktu Luang



dokpri

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja di rumah, justru kesibukan saya seolah tak ada habisanya. Mulai dari urusan rumah dan anak-anak hingga kesibukan di luar keduanya yang selalu saja menghampiri. Namun saya tidak ingin semua kesibukan itu menekan dan akhirnya memicu stress. Saya harus tetap bisa merasa nyaman menjalani segala rutinitas itu.
Lalu, bagaimana cara saya menyiasatinya? Tentu dengan memanfaatkan waktu luang. Belajar menyiasati waktu luang di tengah kesibukan itu memang tidak selalu mudah.  Namun, demi mencegah rasa lelah yang memuncak dan akhirnya bisa memicu stress, saya harus bisa menemukan caranya. Saya harus bisa mencuri kesempatan untuk mencari hiburan di tengah kepenatan rutinitas. 
 
Membaca 
            Membaca buku adalah salah satu cara saya melepas penat. Maka ketika ada waktu luang, saya akan menyelinginya dengan kegiatan membaca. Setelah selesai membaca biasanya saya merasakan ada suntikan semangat dan energi baru. Sealin itu, saya bisa menuangkan ide-ide baru ke dalam tulisan, baik itu untuk buku maupun blog pribadi.

Menulis
            Selain sebagai ibu rumah tangga, saya juga senang menulis. Karena saya tidak bekerja di luar rumah, maka waktu luang yang ada bisa saya manfaatkan dengan menulis. Ini justru menguntungkan buat saya. Berawal dari hobi, akhirnya kegemaran pada menulis berubah menjadi profesi. Hingga saat ini, saya berhasil menghasilkan karya dalam bentuk buku dan cerita/artikel lepas lainnya.
 
Evaluasi diri
            Sebagai manusia, tentu saja saya tidak luput dari kesalahan dan kegagalan. Untuk itu, jika target sudah saya tetapkan sedemikian rupa, namun terkadang tidak tercapai, biasanya saya akan mengambil waktu untuk mengevaluasinya. Saya tinggalkan sejenak rutinitas yang ada. Saya akan mengeavaluasi diri dengan cara merenung. Mencoba menemukan di titik mana saya telah melakukan kelalaian. Biasanya ini sangat membantu. Saya akan lebih rileks menerima kegagalan yang terlanjur terjadi dan berusaha memperbaikinya di kesempatan lain.

Berkumpul bersama keluarga
            Berkumpul dengan keluarga adalah momen yang sangat membahagiakan buat saya. Di saat itulah, saya mendapat kesempatan membagi cerita dan berdiskusi tentang apa saja (sekalian bisa curhat juga, hehehe). Momen itu juga saya manfaatkan untuk menjalin dan menghangatkan kembali jalinan cinta serta kasih sayang dengan suami dan anak-anak. Saya dan keluarga tidak membatasi suasana berkumpul ini di satu tempat. Bisa di rumah, makan di luar bersama, dan nonton bareng, atau sakadar jalan-jalan menghabiskan waktu. Yang paling penting, kebersamaan itu bisa memberi kehangatan bagi saya dan keluarga.

Mencoba hal di luar kebiasaan
            Saya suka dengan hal-hal baru walaupun tidak selalu buru-buru ingin merasakan dan mencobanya. Misalnya, saya pengin mengolah bahan masakan yang belum pernah saya coba. Meskipun tidak selalu berhasil, namun saya puas, karena mampu beralih dari rutinitas yang biasa saya lakukan.

Berkumpul dengan teman
            Selain dengan keluarga, saya juga ingin melakukannya bersama teman-teman saya. Jika sudah bersama teman, tentu akan muncul beragam ide untuk melakukan sesuatu. Ini akan menambah suntikan semangat baru lagi buat saya tentunya.

            Begitulah cara saya menyiasati waktu luang yang ada. Yang paling utama, semua harus bisa menjadi nilai ibadah.  Lalu, bagaimana dengan kamu? Kalau berkenan, silakan membaginya di kolom komentar ya. ^_^   [Wylvera W.]

Note: Postingan kelima (FB)


Jumat, 10 Juli 2015

Perempuan dan Kreativitas

Sumber foto


           Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan dengan memiliki potensi kreatif dalam dirinya. Bagaimana potensi kreatif itu kelak bertumbuh kembang, menjadi bentuk kreativitas seperti apa tergantung pada individu masing-masing. Lalu, apa sebenarynya makna dari kata “kreativitas” itu sendiri?
              Kalau kita telaah, istilah kreativitas yang berasal dari Bahasa Inggris, “to create” ini memiliki arti mencipta, membuat sesuatu yang berbeda, baik bentuk, susunan atau gaya sehingga lazim dinikmati orang. Individu yang kreatif adalah dia yang memiliki keluwesan dalam berpikir, mudah meninggalkan cara berpikir lama, dan mampu menggantikannya dengan pola berpikir baru yang lebih dinamis.
           Apa kaitannya dengan perempuan? Terlahir sebagai perempuan membuat seseorang memahami kodratnya. Selanjutnya, dengan anugerah bakat, kedisiplinan, kemauan untuk bekerja keras, loyal, dan kecenderungan mampu memengaruhi lingkungan, semestinya membuatnya bangga sebagai perempuan. Dengan segala anugerah ini setiap perempuan memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan kreatifnya secara mandiri. Dengan kreativitas ini pula mereka kelak mampu menjalankan peran gandanya baik sebagai ibu maupun istri yang menghasilkan sesuatu. 
                Kecenderungan perempuan untuk lebih hangat, sopan, peka, emosional, dan menaati aturan akan lebih dirasa mudah untuk mengolah kreativitas dalam dirinya dibanding laki-laki yang cenderung dominan, stabil, dan impulsif. Perbedaan ini juga sejalan dengan beberapa kajian yang mengatakan bahwa secara struktur, otak perempuan itu akan berakibat pada perbedaan dalam cara berpikir, memandang sesuatu, berkomunikasi, dan interaksi lainnya.
           Adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek psikologis, khususnya kreativitas, bisa dilihat dan dipahami dari berbagai sudut pandang. Dengan kreativitas yang dimiliki, perempuan akan mampu mengubah sesuatu yang biasa menjadi terlihat berbeda. Terlebih sebagai perempuan Indonesia. Dengan limpahan warisan budaya yang terbentang di bumi pertiwi ini, perempuan Indonesia yang di darahnya mengalir potensi kreativitas akan mampu menjadi agen perubahan di segala aspek kehidupan.
            Zaman telah berubah. Perempuan tak lagi dipandang sebagai kaum lemah. Ini dibuktikan oleh ragam prestasi yang telah diukir oleh perempuan, baik di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia sendiri, keberadaan perempuan telah mendapat pengakuan secara luas di ranah publik. Perempuan tidak melulu dipandang sebagai ibu rumah tangga yang mampu mengurus anak, suami, dan hal-hal yang dekat dengan kaum ibu. Mereka telah diakui banyak memberikan sumbangsih sebagai agen perubahan, baik dalam menciptakan stabilitas sosial politik maupun sebagai pekerja yang profesional di hampir segala bidang. Ini menandakan bahwa pemberdayaan kreativitas kaum perempuan sudah mencapai titik kulminasi yang besar.
            Meskipun ada bidang-bidang tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh kaum perempuan, namun hal ini tak mampu menghambat kreativitas mereka. Apapun profesinya, kaum perempuan sesungguhnya mampu menjalankannya sama seperti pria. Lihat saja mereka yang telah berhasil menggeluti ranah fashion design, kesehatan, bisnis, pakar ilmu komputer, sekretaris, designer interior, pakar kuliner hingga HRD (Sumber Daya Manusia). Bahkan untuk profesi sekretaris tak bisa dipungkiri bahwa perempuanlah yang lebih mendominasi bidang pekerjaan ini.
            Melihat perubahan ini, sebagai perempuan terlebih yang sudah menyandang status sebagi istri maupun ibu, sudah seharusnya kita menyadari bahwa dalam diri kita banyak potensi yang bisa dikembangkan selain sebagai ibu rumah tangga. Jika bukan untuk diri kita, lakukan untuk generasi kita kelak.
         Perempuan adalah pribadi yang produktif, mampu menjalankan berbagai tanggung jawab, bukan hanya untuk dirinya, namun juga untuk keluarga dan sekitarnya. Sebagai perempuan sudah seharusnya kita lebih kreatif dan memiliki inovasi untuk melakukan perubahan yang lebih besar lagi. Tak ada yang tak mungkin jika kita terus berupaya menghidupkan benih-benih kreativitas yang terbawa sejak lahir itu. Hanya butuh waktu dan kemauan untuk menumbuhkannya.
        Apapun kebaikan yang diinginkan, tidak akan berdampak maksimal jika kesadaran untuk melakukan perubahan cara pandang tak pernah muncul dalam diri kaum perempuan. Maka, kenalilah potensi diri dan kebutuhan kita. Dengan mengenali potensi serta mengubah mindset untuk menjadi perempuan kreatif menjadikan perempuan lebih berdaya baik untuk diri, keluarga maupun lingkungannya. []

Note: Postingan ketiga (FB)
           

Rabu, 08 Juli 2015

Ibu dan Kasihnya yang Tanpa Batas


Belahan jiwa
 
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
            Lirik lagu di atas memberi gambaran kepada kita bahwa kasih seorang ibu tidaklah berbatas. Ini terbukti dari proses panjang yang dimulai sejak ibu mengandung selama sembilan bulan, saat melahirkan hingga ibu mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan buah hatinya lahir dan bisa memandang isi dunia. Tidak berhenti sampai di situ, ibu juga masih harus menyusui, menyuapi, mengasuh dan mendampingi pertumbuhan anaknya.  Ibu mampu memberikan seluruh waktunya dalam sehari untuk anaknya, seperti tak mengenal kata lelah sepanjang siang hingga malam. Tak pernah sekalipun dia menganggap itu sebagai beban.
            Lalu, pernahkah kita begitu sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya? Sementara kita lalai melakukan hal yang sama kepada orang yang sangat dekat dengan kita, yaitu ibu. Seolah-olah kita menganggap bahwa pengorbanan dan kasih sayangnya merupakan sebuah proses alami yang tak perlu diberikan rasa terima kasih berulang-ulang. Padahal perhatian dan kepedulian yang diberikannya adalah bentuk kasih sayang yang tak ternilai harganya dan itu diberikan secara terus-menerus tanpa batas.
Ibu menjalankan semua rutinitasnya tanpa pamrih. Bahkan dia rela mengorbankan segalanya demi kebahagiaan buah hatinya, sehingga ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” menjadikan salah satu keistimewaannya di sisi Allah. Maknanya, bahwa Allah memberikan ridha kepada kita dengan memuliakannya. Ridho Allah itu pulalah yang menghantarkan kita menuju kesuksesan dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat.
Menjadi ibu adalah salah satu peran wanita secara kodrati. Bahkan, tidak ada pekerjaan yang lebih mulia di muka bumi ini daripada menjadi seorang ibu yang melahirkan, memelihara, menumbuhkan serta membesarkan sebuah keluarga dengan baik. Meskipun peran mendidik anak tidaklah semata-mata diberikan kepada ibu karena ada peran ayah juga di sana, namun ibulah yang memiliki porsi lebih besar dalam menentukan baik buruknya seorang anak. Ibulah yang kelak menjadi pencetak generasi penerus yang unggul.

Cinta Ibu sepanjang masa
Ibu juga mampu menjadi aktor yang tangguh. Dia dapat memerankan karakter apa saja. Ketika kita perlu bimbingannya, ibu berperan sebagai guru. Ibu bisa berperan sebagai psikolog saat kita butuh tempat untuk berbagi masalah dan mencarikan solusinya. Ketika kita butuh dekapan untuk menghentikan derai air mata, ibu akan siap memerankan dirinya sebagai malaikat pelindung yang akan menghapus air mata kita serta membelai kita dengan tangannya yang lembut. Saat ekonomi keluarga butuh pengelolaan yang baik, ibu mampu berperan sebagai akuntan ahli. Bukan hanya itu, ibu juga bisa berperan sebagai juru masak handal yang menyajikan hidangan penuh cinta dan kasih sayang.
Ketika kita berbicara tentang pendidikan dasar, maka tak bisa dipungkiri bahwa semua itu berawal dari rumah, khususnya ibu sebagai pemberi pendidikan awal. Pendidikan dasar berupa proses sosialisai dalam keluarga, terutama dengan ibunya. Maka kedekatan sosok ibu dan anak mulai bayi hingga dewasa sangatlah berpengaruh pada prilaku anak. Sejak dini seorang ibu mengajarkan  nilai-nilai kehidupan dan sosial agar anak mampu melihat, mengamati serta beradaptasi dengan sekitarnya.
Di Indonesia sendiri, pemerintah sejak lama menetapkan tanggal istimewa untuk para ibu yang jatuh pada 22 Desember. Lalu, apa yang perlu kita maknai dengan penetapan tanggal dan bulan itu? Apakah hanya sekadar memperingatinya sebagai “Hari Ibu” saja? Tentu tidak. Untuk hari istimewa itu, sejatinya kita mampu memaknai peran dan arti cinta kasih seorang ibu yang tulus, tanpa pamrih. Mengingat dan menghargai bahwa peran dan posisi ibu memiliki arti penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa.
Setelah mengurai begitu banyaknya peran yang luar biasa dari sosok seorang ibu ini, kita semakin sadar bahwa semua itu dia lakukan atas dasar cinta dan kasih yang tak berbatas. Kasihnya yang tanpa batas itu pula membuatnya menjadi sosok yang wajib untuk dihormati dan dijunjung tinggi. [Wylvera W.]


Note: Postingan kedua (FB)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...