Minggu, 15 Januari 2012

Cerita Di balik Training Penulisan Chicken Soup For The Soul



Deg-degan saat memposting pengumuman training penulisan ala chicken soup for the soul? Tentu saja. Wajar dong, ini kan pertamakali buatku memberikan pelatihan menulis secara online. Sempat muncul pertanyaan yang sedikit mengganggu di awal-awal seperti, "Ada enggak ya yang mau daftar dan mengirimkan curhatnya sebagai syarat audisi?" Namun, dengan semangat dan keyakinan yang perlahan muncul akhirnya aku berhasil menepis rasa deg-degan itu. Semua berganti menjadi rasa percaya diri, ketika di e-mailku berdatangan kiriman curhat dari nama-nama calon peserta. Wow! Banyak juga yang menginginkan pelatihan itu. Aku kembali bilang ke diri sendiri, "Nah, lihatlah..banyak yang butuh ilmu menulis, jadi buang rasa tak percaya dirimu jauh-jauh, Wiek! Bagikan apa yang kau pahami ke mereka, sebab tak perlu menunggu banyak untuk berbagi."
Benar. Aku harus siap!
Akhirnya, bersama tiga Trainers cantik lainnya (Haya Alya Zaki, Fitria Chakrawati, dan Dyah P. Rini), aku pun siap menjadi Trainer untuk pelatihan menulis cerpen ala chicken soup for the soul secara online dan gratis.
Dari sekitar 40 orang yang mengirim curhatnya, kami berhasil memilih dan memutuskan 12 orang yang menjadi peserta di kelas training penulisan chicken soup for the soul.
Selanjutnya, kami..para Trainer pun menyusun jadwal dan materi yang akan disampaikan untuk delapan kali pertemuan. Training dimulai pada hari Kamis, 12 Januari 2012. Aku, Haya, Fita dan Dyah hadir di pertemuan pertama untuk membuka perkenalan. Tak lama, cukup lima belas menit saja, namun suasana akrab dan hangat langsung memenuhi kelas. Padahal aku sudah menyalakan AC di angka rendah. Enggak berasa dingin samasekali tu..;)
Selanjutnya, Haya pun memandu kelas dengan materi, "Perkenalan Chicken Soup, Ide, dan Judul". Untuk sesi ini, mungkin akan lebih seru jika teman-teman menyimaknya langsung dari Trainer cantik kita, Haya Alya Zaki. Yang pasti, sesi di hari pertama berlangsung lancar dan sukses sekitar satu setengah jam.

Tibalah giliranku di hari berikutnya. Materi yang kusampaikan adalah tentang, "Karakter/Penokohan". 
Tanpa diduga, setelah aku memposting materi tersebut, mulailah bermunculan pertanyaan demi pertanyaan yang membuatku sedikit kalah cepat untuk menjawab satu-persatu. Untunglah, setiap kali kelas dibuka, kami, para Trainer sudah sepakat untuk tetap hadir di ruangan demi menjaga-jaga jika dibutuhkan. Dan, Alhamdulillah..waktu satu jam setengah kembali berjalan mulus dengan menitipkan tugas kepada peserta training. Hmm..aku menjanjikan hadiah buku antologi terbaruku kepada mereka. Semoga hadiah itu memacu teman-teman peserta training untuk mengerjakan tugasnya dengan maksimal..Aamiin.
Sebenarnya peserta enggan untuk cepat-cepat beranjak dari kelas. Mereka masih ingin ditemani dan minta kami untuk melanjutkan diskusi. Ini contoh permohonan yang membuat aku tersenyum-senyum dan agak-agak tersanjung gitu membacanya; 

"Aduuh cepet banget mbak Wylvera Windayana, punyaku belum dibahas? hehe:)"
"jangaaaaaaaan...masih pengen diskusi sama trainers cantik ^_^
*tarik jilbab mbak Wylvera Windayana :D"
"Terimakasih pada semua trainer cantik di sini, materi dan penjelasannya membuka wawasan, ciamik dan mudah dipahami. Masih nunggu seminggu lagi ya? Nggak sabar lho..."

Hehehe..harus sabar ya, nanti kalau buru-buru dihabiskan materinya, kita bakal lebih cepat berpisah dong...;) Ok deh..sampai ketemu Kamis depan ya...babai...^_^

 

4 komentar:

  1. Go! Go! we can do it! :D

    BalasHapus
  2. Yup! Insya Allah...makasih, Kang Iwok..:)

    BalasHapus
  3. Kerennn...semangat menyebarkan ilmu

    BalasHapus
  4. Makasih, Ayu...semangat, pantang mundur..:)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...