Selasa, 25 Desember 2012

Anugerah Ibu Teladan itu Sebuah Berkah


Bersama suami

          Sebagai salah seorang pembaca setia Majalah NooR, tentu saja saya selalu mengikuti info terkini yang disajikannya. Termasuk di acara pengajian yang selalu digelar setiap bulannya. Saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk hadir jika tidak ada acara lain yang bersamaan. Dari sana pula saya mengetahui info tentang pemilihan Ibu Teladan oleh Majalah NooR dan BRI.
          Majalah NooR dan BRI bekerja sama dalam menyambut Hari Ibu dengan menggelar acara pemilihan Ibu Teladan 2012 bertema “Tribute to Mom”. Ada pun syarat dan ketentuan pendaftaran antara lain muslimah, WNI berumur 25 – 60 tahun, sudah menikah, memiliki akidah yang baik, memiliki keluarga harmonis, bisa membaca Al Qur’an, berprestasi dan berkarya, serta memiliki anak yang juga berprestasi.
        Ketika mendapat selebaran/formulir pendaftarannya di pengajian NooR beberapa waktu lalu, saya sekadar membacanya saja. Tak ada niat untuk ikut berkompetisi, karena saya telanjur mengukur diri. Tak mungkin rasanya saya “bersaing” dengan ratusan ibu hebat yang bakal ikut serta di ajang pemilihan tersebut.
            Hingga pada hari yang tak terduga itu saya tiba-tiba bersemangat untuk mencoba. Berkat dukungan teman lama saya semasa kuliah dulu, tiba-tiba rasa percaya diri saya muncul. Dia meyakinkan bahwa saya mampu dan layak untuk ikut. “Terima kasih, Adek.”

Bersama sahabatku, Ade Nursa'adah
Akhirnya saya memutuskan untuk ikut dalam seleksi pemilihan Ibu Teladan Majalah NooR dan BRI 2012 itu. Data diri dan CV saya pun diminta untuk kelengkapan persyaratan pemilihan. Tidak hanya itu, saya juga menyertakan biodata suami dan anak-anak saya berikut prestasi mereka. Lagi-lagi setelah itu rasa percaya diri saya terusik kembali. Untuk itu saya tak berani berharap banyak. Siapalah saya? Pikir saya ketika itu sambil tersenyum-senyum sendiri setelah nekat mengirimkan CV ke panitia pelaksananya.
         Tibalah hari seleksi. Saya agak panik dan gugup. Apa yang akan saya jawab jika para juri mempertanyakan macam-macam hal tentang saya nanti? Tapi, saya bersyukur memiliki suami dan anak-anak serta orangtua yang sangat mendukung. “Dicoba saja... kalau enggak dicoba, enggak bakalan tahu dong,” begitu kata mereka. Ini yang membuat keyakinan dalam diri saya muncul kembali.
Selain itu, saya juga beruntung mempunyai sahabat-sahabat baik di Galeri Kelas Ajaib. Mereka sangat mendukung dan menyemangati saya. Terlebih guru menulis saya, Benny Rhamdani. Beliau banyak memberi masukan untuk persiapan menjalani seleksi. Dan, saya pun siap mengikuti babak awal pemilihan Ibu Teladan 2012.
Saya dijadwalkan harus hadir pukul 14.00 WIB pada tanggal 6 Desember 2012 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Ketegangan pun diawali dari jalan tol yang luar biasa macet. Saya mulai gelisah ketika jarum jam terus bergerak menuju waktu yang telah dijadwalkan untuk saya. Saya mulai pasrah. Seandainya saya terlambat dan tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi babak awal, berarti itu bukan rezeki saya.
Alhamdulillah, akhirnya saya sampai juga. Masih ada waktu dan saya masih harus menunggu giliran. Di dalam ruang tunggu saya diam-diam memerhatikan para peserta lainnya. Mereka tampil dengan balutan busana muslimah yang anggun dan cantik. Saya kembali gentar, tangan saya dingin. Tapi, saya berusaha tenang dan berpura-pura penuh percaya diri.

Bersama para peserta di ruang tunggu
Tibalah giliran saya menghadap dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Amany Lubis, MA; Oma Ana (ibunda Ary Ginanjar, pendiri ESQ Way 165); Retno Wijayanti (Vice President BRI); Ratih Sanggarwati; dan Jetty R. Hadi (Pemimpin Redaksi Majalah NooR).
Beberapa hal yang ditanyakan saya jawab dengan lancar. Saya sangat antusias ketika bercerita tentang kegiatan saya sebagai trainer penulisan. Terlebih ketika bercerita tentang perhatian saya yang lebih mengarah kepada anak-anak kurang mampu. Ada rasa haru dan semangat yang saya rasakan saat berbagi tentang pengalaman itu. Apalagi ketika saya menawarkan buku-buku karya saya serta memberikan kartu nama saya kepada dewan juri yang sangat ramah dan menenangkan itu. Rasa gugup dan grogi saya yang sejak menunggu giliran tadi sudah sempurna menguasai raga, menguap seketika.
Begitulah, seusai mengikuti wawancara saya pun pulang dengan harap-harap cemas. Jujur saja, saya sudah memulai tentu saja sedikit banyak saya juga ingin tahu hasilnya. Namun, saya tetap tak berani berharap banyak. Sampai di tahap 63 peserta saja saya sudah sangat senang dan merasa beruntung.
Tibalah di hari puncak penganugerahan Ibu Teladan Majalah NooR. Hari itu, 12 Desember 2012 di Ballroom Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, saya hadir dengan segenap perasaan yang sulit saya lukiskan. Betapa terharunya ketika saya tahu kalau saya masuk dalam lima belas besar. Saya terpilih sebagai finalis bersama empat belas finalis lainnya. Lalu, sampai di situ saya tak mau lagi memikirkan tahap selanjutnya. Bisa berdiri di atas pentas bersama ibu-ibu hebat lainnya saja sudah membuat saya merasa terharu.

Para finalis bersama dewan juri.
Saat itu ada rasa bahagia yang meluap-luap di hati saya. Pasalnya, suami saya ternyata menyempatkan diri hadir mendampingi saya untuk mendengar hasil keputusan dewan juri. Kehadirannya membuat saya merasa tersanjung, karena dia harus pulang lebih awal dari jam kantornya.

Bersama suami tercinta. Foto: Haya Aliya Zaki
Ketika nama-nama para finalis beserta profil mereka dibacakan oleh Daan Aria ‘Project Pop’ dan Peggy Melati Sukma selaku pembawa acara di malam itu, saya sudah sepenuhnya pasrah. Hingga sampai pada giliran saya dipanggil untuk naik ke atas pentas, kepasrahan ternyata membuat saya jauh lebih tenang. 

Finalis Ibu Teladan 2012. Foto: Haya Aliya Zaki
Suasana malam puncak penganugerahan Ibu Teladan Majalah NooR 2012

 Ternyata kejutan belum usai. Saya sedikit gugup ketika tiba-tiba MC Peggy megejutkan saya dengan beberapa pertanyaan tentang aktivitas yang selama ini saya geluti. Meskipun saya yakin, jawaban saya terlihat gugup dan kurang sistematis, namun saya berhasil melewati kejutan itu. Hanya tiga finalis yang mendapat kesempatan untuk menjawab serta memeragakan kebolehannya di atas pentas. 

Menjawab pertanyaan MC
 Tibalah waktu pengumuman para pemenang Ibu Teladan Majalah NooR 2012. Saat nama-nama pemenang disebutkan, dada saya kembali bergemuruh. Sulit dikendalikan. Dan... nama saya disebut sebagai pemenang ketiga. Ya Allah, ini benar-benar rahmat dari-Mu. Saya tidak menyangka bakal keluar sebagai pemenang. Bagi saya, semua ibu adalah ibu teladan. Saya salut dan banyak belajar dari teman-teman saya di sini. Sejak awal pemilihan, saya sudah sangat yakin kalau semua ibu yang ikut di pemilihan ini adalah ibu-ibu yang hebat. Tapi, di setiap kompetisi tentulah ada pemenang. Dan, Allah sudah menentukan bahwa saya termasuk salah satunya. Alhamdulillah....

Bersama Ibu Tila (Pemred Majalah NooR), Ir. Hj Mutia Azwar Abu Bakar, dan Ibu Ria Alisjahbana (Pemimpin Umum Majalah NooR). Foto: Dian Kelana.
Selengkapnya nama-nama pemenang sebagai berikut;
Ibu Inspiratif: Helvy Tiana Rosa.
Ibu Teladan:
1.      Dewi Smaragdina.
2.      Syarifah Masnon Abbas.
3.      Wylvera Windayana.
4.      Yasteti Fahmi.
5.      Mariana S.
          Rasa haru ternyata belum selesai. Begitu turun dari pentas, beberapa teman dekat saya yang hadir saat itu, seperti Haya Aliya Zaki, Mira Sahid, Ayah Dian Kelana, dan yang lainnya (maaf, tak bisa saya mention satu-satu di sini) menyambut saya dengan ucapan selamat dan pelukan hangat. “Terima kasih ya buat kalian semua.”

Bersama teman-teman dari Kumpulan Emak-emak Blogger. Foto: Mira Sahid
Akhirnya, saya menyikapi semua momen berharga ini sebagai anugerah yang indah dari Allah SWT. Sekaligus pengingat bahwa saya harus mengemban gelar ‘Ibu Teladan’ dalam kehidupan saya ke depan. Insya Allah tetap istiqomah. Aamiin. [Wylvera W.]
            

10 komentar:

  1. Selamat sekali lagi, Kak Wiek. Semoga tetap merunduk, seperti ilmu padi. :) Allah memberkahi Kak Wiek sekeluarga. :)

    BalasHapus
  2. @Haya Aliya Zaki: Aamiin... makasih ya, Hay. Dirimu salah satu supporter yang hebat buatku. *peluuuk

    BalasHapus
  3. Wiwiek, Di saat kamu memberi Allah mencatatnya melalui malaikat yang ada disisi kananmu. Kini saatnya kamu menerima balasan atas apa yang telah kamu berikan. Berbahagialah dan bersyukurlah dan teruskanlah perjuanganmu bersama dan untuk mereka yang kurang beruntung itu. Semoga mahligai tertinggi akan kamu dapatkan nantinya, insya Allah...

    Salam
    Dian Kelana

    BalasHapus
  4. @Ayah Dian Kelana: Aamiin, speechless... makasih ya, Ayah. T_T

    BalasHapus
  5. selamat ya mbak, sukses selalu.....salam

    BalasHapus
  6. @tree susilo: Aamiin, makasih ya. :)

    BalasHapus
  7. Jadi terharu hiks kalau aku ada disana, pasti mewek :p

    BalasHapus
  8. @Fita Chakra: Iya, Fit... mataku panas karena berusaha supaya gak nangis waktu itu. :)

    BalasHapus
  9. Wah aku baru tahu berita ini..mbak Wik
    Selamat ya...semoga dapat selalu mejadi ibu teladan, baik di keluarga dan di lingkungan sekitar..amin.

    BalasHapus
  10. @D. Meliantari: Aamiin... Insya Allah, Mbak. Terima kasih doanya. :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...