Rabu, 06 April 2016

Lirik Lagu dan Baju Baru yang Bikin Malu

            Masih dalam rangka menjawab tantangan One Day One Post Challenge dari Ani Berta (Founder Fun Blogging). Di hari ke-11 ini, kami diminta untuk membagi cerita tentang hal memalukan yang tak terlupakan. Seru ya? Karena biasanya yang bikin malu itu inginnya disimpan sendiri saja. Kalau dibagi dan diceritakan ulang ke orang lain, malah jadi menimbulkan rasa malu yang baru. Nah, lho! Tapi, justru di situlah tantangannya.
            Kalau diingat-ingat, ada beberapa kejadian memalukan yang pernah saya alami. Saya pilih dua saja, supaya nama besar saya tidak terlalu luntur karenanya. *hueeek … tiba-tiba ada yang muntah berjema’ah*

Lirik lagu yang menghilang
            Punya modal sedikit dalam hal menyanyi, membuat saya nekat ikutan lomba. Waktu itu saya  baru kuliah di awal-awal semester pertama (belum pakai jilbab). Setelah mendaftar, saya pun sibuk mempersiapkan diri untuk berlatih vokal. Lagu pilihan dan wajib di babak penyisihan, mati-matian saya pelajari. Jerih payah saya akhirnya membuahkan hasil. Saya lolos di babak penyisihan. Di hari yang sama, semua peserta yang lolos di babak penyisihan kembali diadu. Lagi-lagi saya terpilih dan masuk ke babak final.
            Karena babak final tidak dilakukan pada hari yang sama, maka saya masih punya kesempatan untuk kembali berlatih vokal. Lagu wajib dan pilihan pun ditukar oleh panitia. Sampai di malam final, saya begitu yakin bisa menyisihkan beberapa peserta yang masuk di babak itu. 

Malam final di atas panggung
            Di malam final, saya pun diantar oleh kakak sepupu dan temannya ke lokasi acara. Papa saya juga ikut waktu itu. Tibalah giliran saya naik ke panggung.  Lagu wajib saya nyanyikan dengan sukses hingga menuai tepuk tangan penonton. Saya masih di atas panggung dan harus menyanyikan lagu pilihan. Waktu itu saya memilih lagu berjudul, “Bing” karya Titiek Puspa (halaaah … jadulnyaaa, hihihi).
Bait pertama, kedua, hingga reffrain, mulus saya nyanyikan. Tapi begitu selesai interlude, saya seperti hilang ingatan. Saya tiba-tiba lupa pada lirik di bait-bait yang sudah saya nyanyikan di awal. Konyolnya, saya nekat menyanyikan bait yang terlupakan itu dengan kalimat “Nanananana”. Entah bagaimana rasanya perasaan saya saat itu. Semua penonton seolah menertawakan dan mengejek ke arah saya (padahal nggak keliatan sih, kan bangku penontonnya remang-remang). Tapi saya harus bertahan di atas panggung hingga musik berakhir.
Setelah kejadian itu, lama sekali saya baru berani lagi tampil menyanyi di acara-acara. Kasian ya saya? *menyeka air mata … buaya*

Baju baru bikin malu
            Sudah lama saya ingin mengubah cara berpakaian. Niat saya sederhana saja. Saya ingin menutup aurat lebih dari sebelumnya. Sejak itu, saya pun membeli baju-baju gamis baru untuk menambah koleksi. Hingga pada suatu hari, saya membeli sebuah baju dari teman. Saya membeli baju itu untuk dipakai pada acara exhibition di sekolah tempat saya mengajar. Murid-murid saya dari kelas ektrakurikuler jurnalistik dan menulis akan tampil di acara itu.
            Tibalah di hari “H”. Saya sudah siap berdandan, memakai baju baru lengkap dengan jilbabnya. Saya pandangi penampilan saya di depan cermin. Aaah … serasi sekali. *memuji diri sendiri itu terapi jiwa lho … hahaha, bohong, jangan diikuti kenarsisan ini, pamali*
            Sampai di sekolah, saya sibuk mencari tempat parkir. Hampir semua lahan sudah dipadati oleh kendaraan para orangtua murid dan tamu undangan. Untunglah, akhirnya saya mendapatkan tempat parkir juga. Posisinya sedikit jauh dari gerbang sekolah. Saya buru-buru menutup pintu mobil dan berjalan cepat menuju lokasi acara.
            Tiba-Tiba!
            “Bu ...! Bu …!” seru seorang ibu muda menghampiri dan menepuk pelan pundak saya.
            Saya tidak mengenalnya. Ada apa? Saya menatapnya, heran.
            “Maaf, Bu. Bajunya tersingkap,” ujarnya sambil menunjuk ke belakang saya.
            “Oh, ya ampuun. Makasih, Bu,” balas saya buru-buru merapikan dan menarik bagian bawah baju dan rok dalaman saya yang ikut tersingkap karena terjepit rok dalaman di bagian pinggang.
            Setelah itu, saya sekuat tenaga kembali berjalan menuju gerbang sekolah. Sementara wajah saya rasanya entah seperti apa. Kalau kamu pernah melihat kepiting baru direbus, kira-kira seperti itu mungkin warna muka saya.

Kira-kira seperti inilah tersingkapnya :(
Bayangkan saja. Jarak saya memarkirkan mobil dengan gerbang sekolah itu sekitar 150 meter. Saya sudah melewati banyak orang dengan keadaan baju di bagian belakang saya tersingkap. Rok dalaman saya pun ikut terjepit bersama bahan bajunya. Walaupun saya masih memakai  legging untuk lapis tambahan, namun orang-orang pasti sudah melihat bentuk betis saya.
Alih-alih ingin berpenampilan serba tertutup, malah jadi memperlihatkan yang tak semestinya terlihat. Walaupun itu tidak disengaja, tetap saja bikin saya jadi tidak nyaman sepanjang acara. Pikiran saya bolak-balik teringat wajah si Ibu yang menepuk pundak saya itu. Belum lagi orang-orang yang sempat melihat baju saya yang terangkat itu.
Kalu mengingat-ingat itu, iiih … masih maluuu. [Wylvera W]

Note: Postingan hari ke-11 One Day One Post Challenge Fun Blogging
           

14 komentar:

  1. Berusaha membayangkan adegan-adegan itu, sambil searching lagu Bing... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk
      Jangan ikutan nyanyi ya. Masih pagi ini, Mas. :p

      Hapus
  2. Kayaknya lebih malu pas adegan rok tersingkap ya, mba. Hiiihii
    Semangaat, mbaa

    BalasHapus
  3. Untunng diingatkan sama ibu itu, kalau ga, bisa2 makin banyak yang melihat ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, iya Mbak.Untung ada si ibu itu

      Hapus
  4. Duh kebayang deh malunya waktu baju belakang tersingkap itu, masih untung ada yang bilang ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Ampuuun deh rasanya waktu itu :(

      Hapus
  5. Ternyata bakat nyanyi mbak wiwiek udha ada sejak dulu ya. Keren masih ikutan odop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya senang nyanyi sejak TK malah. Btw, iya Lid, masih penasaran pengin nuntasin sampai garis finish ODOPnya. :)

      Hapus
  6. wah, mbak... malu aku malu pada semut merah *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semut merahnya malah cuek lho, Mbak. Hahaha

      Hapus
  7. hahahahah... ampun deh mba, pasti malu bgt. kalau saya palingan darahnua naik sampe ubun2 dan rasanya kayak mendidih.
    *ikutan mas Koko searching lagu Bing XD!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, trus mau duet gitu bareng Mas Koko?

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...