Senin, 13 Mei 2013

ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013.



Catatan Perjalanan Menuju Kota Solo.

Saya belum pernah mengunjungi kota Solo. Ketika tawaran itu datang, saya langsung antusias. Ya, saya bakal tercatat sebagai salah satu peserta ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI 2013) dari Kumpulan Emak Blogger yang akan berlangsung selama empat hari (9 – 12 Mei 2013) di kota Surakarta/Solo. 
Sumber Foto: http://2013.blogfest.info/

ASEAN Blogger Festival 2013 di kota Solo merupakan pertemuan para Blogger se-Asia Tenggara. Saya yang belum pernah terlibat di event bergengsi ini, tentu saja sangat bersemangat dan ingin segera mengikuti jalannya acara. Ditambah informasi kota Solo yang kaya akan ragam warisan budaya serta merupakan titik awal kebudayaan ASEAN, membuat saya ingin menjadikan pengalaman pertama ini sebagai sebuah catatan penting sepanjang keterlibatan saya sebagai seorang Blogger.
Dengan berkumpulnya para Blogger se-Asia Tenggara ini diharapkan dapat membantu dalam mempromosikan sektor pariwisata dari masing-masing negara. Meningkatnya kunjungan wisata tentunya akan berdampak pada sumber devisa yang akan mendongkrak peningkatan perekonomian negara tersebut. Dan acara ini tentu saja tidak terlepas dari tujuan  ASEAN Community untuk bersama-sama memajukan sektor sosial dan budaya sesama negara ASEAN.
Para Blogger nantinya diharapkan memposting baik tulisan maupun gambar di blog, meliputi pengalaman perjalanan mereka tentang wisata perjalanan, menikmati ragam budaya, dan kuliner yang akan menjadi ujung tombak dalam memperkenalkannya kepada dunia.
Kembali dengan pilihan keberangkatan menuju lokasi acara. Awalnya saya mengira kami akan diberangkatkan dengan pesawat terbang. Tapi, ternyata tidak. Saya yang belum pernah menempuh perjalanan panjang ke kota Solo dengan bus, merasa tertantang untuk mencobanya. Maka, pada tanggal 8 Mei 2013 saya pun bersiap menuju terminal Lebak Bulus bersama dua orang teman lainnya.
Bus (Gajah Mungkur) yang akan membawa rombongan Blogger (sekitar 35 orang) dari Jabodetabek sudah menunggu di terminal itu. Keberangkatan dari terminal yang sudah terjadwal pun mengalami keterlambatan sekitar setengah jam. Kemunduran waktu ini disebabkan kemacetan yang membuat teman-teman sebus harus terhalangi untuk tiba tepat waktu di terminal itu. Pengalaman pertama dengan bus malam ini membuat saya begitu bersemangat untuk segera tiba di kota Solo. 

Saya dan Irma Susanti duduk sebangku di bus
Perjalanan panjang itu dimulai pada pukul 22.30 WIB. Lagi-lagi perkiraan waktu tiba mengalami kemunduran. Saya yang belum pernah menempuh perjalanan darat dengan bus ke Solo ini, tentu saja merasakan kelelahan yang teramat sangat. Bolak-balik saya melirik waktu di jam tangan saya. Mungkin karena semua peserta di dalam bus sudah merasa mengantuk, maka tak terdengar obrolan di antara mereka. Excited sekali, malam yang gelap membuat saya tak bisa mengalihkan pandangan demi membuang rasa jenuh selama perjalanan. Menutup mata, memaksa untuk terlelap adalah pilihan satu-satunya untuk menstabilkan stamina.
Berhenti di Cirebon
Enam jam lebih sudah terlampaui, namun si Gajah Mungkur belum juga sampai di kota Solo. Bus kami berhenti di sebuah tempat peristirahatan sederhana. Awalnya saya mengira kami sudah sangat jauh dari Jakarta. Ternyata bus kami berhenti di kota Cirebon (masih dekat menurut hitungan jarak saya). Karena kecepatan laju bus menurut saya agak lambat, sempat terpikir untuk menggantikan Pak Sopir di depan...hehehe, mana mungkin ya?

Sarapan di Cirebon (foto: Dian Kelana)
Demi menyegarkan wajah (karena saya tidak sholat waktu itu), saya mencuci muka dan menyikat gigi. Selanjutnya perut yang mulai merasa lapar harus segera diisi. Namun, pilihan sarapan pun tak banyak di situ. Saya memilih teh manis hangat dan menikmati pop mie, sarapan yang sangat standar, tapi cukuplah membuang rasa penat.
Dari Cirebon menuju Solo (foto: Dian Kelana)
Perjalanan dimulai lagi sekitar pukul enam pagi. Saya bersyukur, kali ini rasa jenuh dan bosan dalam bus bisa teralihkan dengan memandang ke luar jendela. Pemandangan di pagi hari memancing teman-teman Blogger untuk segera mengabadikan momen-momen unik yang dilalui. 
Blogger Jabodetabek
Beberapa teman Blogger pun mulai sibuk membidik pemandangan di balik jendela bus dengan kamera mereka. Sayang sekali, saya tak membawa kamera digital Nikon D80 milik suami. Dengan bermodal kamera pocket, saya tak begitu antusias untuk ikut-ikutan mengambil gambar dari balik jendela bus. Khawatir hasilnya tak maksimal karena pantulan kaca jendela. Kembali saya berusaha menutup mata untuk membunuh waktu yang diperkirakan masih lama sekali mencapai kota Solo.
Tiba di kota Solo (Foto: Dian Kelana)





       Begitu sampai langsung registrasi

          Pfiuuuh...! Akhirnya perjalanan kami menghabiskan waktu hampir tujuh belas jam. Kami tiba di Hotel Kusuma Sahid Prince, Jl. Sugiyopranoto 20, Slamet Riyadi, Solo (Surakarta) sekitar pukul 15.30 WIB. Sungguh melelahkan. Saya berharap tenaga dan waktu yang sudah terkuras itu akan terbayar dengan sesuatu yang belum  bisa saya bayangkan. Apa itu?
Tunggu lanjutan catatan berikutnya ya.... []

10 komentar:

  1. Semangat Maak, saya malah belum posting sama sekali ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tetap semangat! Ini berusaha memposting di sela-sela deadline lain yang mengejar, Mak. :)

      Hapus
  2. 17 jam ya? pasti pegel banget. Rekor yang aku pecahkan pas mudik naek bus adalah 26 jam. Hahaha. Menunggu cerita berikutnya. Kayaknya asyik banget ya, ikutan ABFI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya aku pernah naik bus 3 hari 2 malam menuju Medan, tapi dengan bus eksekutif (2.1 itu seatnya), waktu itu masih muda alias masih kuliahan (tapiii...tetap saja cuapeeek, jari kaki serasa jempol semua jadinya...qiqiqi). Btw, betul di ABFI banyak pengalaman baru. :)

      Hapus
  3. Mba....apakah mbuat klas menulis saat liburan sekolah kali ini (Juni-Juli)....mohon info.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum bisa janji, tapi pengen juga sih sebenarnya saat Ramadhan nanti. Kalau deadline nggak padat ya. :)

      Hapus
  4. Wah pengalaman yang seru ya mbak semoga nggak kapok yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ajeng. Gak dong ah, masak kapok... ini pengalaman yg bermanfaat banget. Makasih ya, Mbak. :)

      Hapus
  5. salah satu kota yang sering kukunjungi... solo..yeay..hehe
    seru banget nih pengalamannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak kuliner juga ya di sana. :)

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...