Jumat, 15 Mei 2015

Abang None Jakarta, Cerdas dan Berbudaya




            Ketika saya tiba di Mal Kota Kasablanka sore itu, lantai pertama mal ramai oleh pengunjung. Puncak keramaian semakin terpusat di area panggung utama. Suasana ramai ini ternyata sudah berlangsung sejak tanggal 6 Mei 2015 lalu. Sebagian besar dari para pengunjung mal ingin menyaksikan acara “Jakarta Marketing Week 2015”.
Saya dan teman-teman blogger mendapat undangan dan informasi dari Ani Berta (salah satu blogger beken yang menggawangi grup Fun Blogging). Kami ingin bertemu Maudy Koesnaedi yang akan menjadi salah satu pembicara talkshow, mendampingi para Abang None Jakarta untuk mengisi salah satu rangkaian acara “Jakarta Marketing Week 2015”. Ani meminta saya menjadi koordinator teman-teman blogger di momen meet up itu. 
Saya dan Maudy Koesnaedi




             
           Saya yang baru pertama kali ingin bertemu Maudy Koesnaedi (yang lebih akrab dipanggil Mpok Mod) itu, tentu menyimpan beberapa pertanyaan. Terutama yang terkait dengan gelar Abang dan None Jakarta. Dari event itulah saya akhirnya mampu menyimpulkan. Persepsi yang mengatakan bahwa menjadi Abang dan None Jakarta cukup bermodalkan ketampanan dan kecantikan semata, tidaklah benar. Untuk meraih gelar tersebut, ternyata mereka harus melengkapi tampilan lahiriahnya dengan kecerdasan yang berbudaya.
            Sejak pemilihan Abang dan None Jakarta dimulai pada tahun 1971, mereka yang terpilih mampu mengangkat potensi pariwisata DKI Jakarta. Proses tersebut berlangsung hingga sekarang. Dan ini semakin membuktikan bahwa untuk menjadi Abang dan None Jakarta tidak hanya dilihat dari penampilan fisik semata. Banyak pendukung lain yang harus dilengkapi.
            Untuk menepis persepsi miring yang belum sepenuhnya hilang dari masyarakat kita ini, Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) dan Teater Abang None Jakarta (melibatkan 70 Abnon se-DKI Jakarta) bekerjasama dengan Markplus Inc., menggelar acara talkshow. Tidak hanya itu, mereka juga menyajikan serangkaian penampilan khas budaya Betawi di panggung utama Jakarta Marketing Week 2015, Mal Kota Kasablanka, Minggu, 10 Mei 2015 lalu. Hermawan Kartajaya, selaku founder & CEO MarkPlus Inc. adalah penggerak acara tersebut. Itu sebabnya beliau ada di antara keramaian mal sore itu.

Mini Talkshow
Kehadiran kami akhirnya disambut dengan ramah oleh Mas Ilham (yang menjadi penghubung saya di event itu). Dari panggung utama, kami pun diarahkan ke panggung yang lebih kecil. Di sanalah acara talkshow yang dipandu oleh MC Danar Gumilar dan Astri Ovie digelar. Talkshow itu mengangkat tema “Cerdas Berbudaya dan Bermanfaat bersama Abang None Jakarta”.
Duo MC yang memandu acara talkshow
            Talkshow yang berdurasi sekitar 45 menit itu meghadirkan Bang Zul dan Non Vina (Abang dan None Jakarta 2014), Rizkie Maulana Putra (Bang Nana), selaku Ketua Ikatan Abang None Jakarta/IANTA periode 2014 -2016, Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993 dan Pembina Teater Abang None), Bang Cucu K. (Abang Jakarta 1995 dan perwakilan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta), serta Pak Hermawan Kartajaya yang merupakan salah satu juri di ajang pemilihan Abang None Jakarta.
Ka-Ki (Bang Zul, Non Vina, Bang Nana, Mpok Mod, Bang Cucu)

            Tidak mudah ternyata untuk meraih gelar Abang dan None Jakarta ini. Banyak proses yang harus dilalui. Mulai dari seleksi, karantina, dan juga penjurian pada malam final pemilihan. Dari sekian banyak tahapan itu, Zulfikar Arif (Bang Zul) dan Vina A. Mauliana (Non Vina) berhasil mengungguli 36 Abang dan None dari perwakilan 6 wilayah pemerintahan kota administrasi DKI Jakarta tahun 2014 yang lalu.
Abang dan None Jakarta 2014

            Saat ditanya tentang kesan dan manfaat yang dirasakan setelah menjadi Abang Jakarta 2014, Bang Zul (perwakilan dari wilayah Kepulauan Seribu) mengatakan “Selama setahun menjadi Abang Jakarta, sangat banyak manfaat yang sudah saya dapatkan, Di antaranya, terbukanya kesempatan yang lebih banyak dan positif untuk belajar tentang soft skill dan public speaking. Menambah pengetahuan tentang budaya Betawi yang merupakan kearifan lokal kota Jakarta. Saya tergerak untuk terjun langsung mengenal lebih baik potensi pariwisata DKI Jakarta dan mensinergikan kekuatan dari pihak-pihak yang ada untuk menjadikan Jakarta unggul di mata dunia.”
            “Menjatuhkan pilihan untuk mengikuti pemilihan Abang dan None Jakarta merupakan keputusan terbaik yang pernah saya buat. Abang dan None telah memberikan saya begitu banyak ilmu dan pengalaman. Pengalaman yang tidak pernah bisa saya lupakan adalah ketika kami melakukan tugas ke luar negeri. Waktu itu ke Korea Selatan mendampingi Bapak Gubernur yang berkunjung untuk menandatangani pakta Asean Games ke-18. Kemudian mendapatkan kesempatan mengunjungi kota Berlin untuk mempromosikan Jakarta dalam acara Jakarta-Berlin Festival, memperingati 20 tahun Sister City antara Jakarta dan Berlin,” imbuh Vina (perwakilan dari Jakarta Selatan) memaparkan manfaat yang sudah diperolehnya selama setahun memegang gelar sebagai None Jakarta.

Ikatan Abang None Jakarta
            Ikatan Abang None Jakarta yang didirikan pada tanggal 22 Juni 1975 oleh Bastian, merupakan organisasi non-profit yang beranggotakan seluruh finalis dan pemenang dari ajang pemilihan Abang None Jakarta. IANTA memiliki visi sebagai wadah utama Abang None Jakarta yang memberi manfaat untuk masyarakat pada umumnya dan Abang None Jakarta pada khususnya. Sementara misinya adalah meningkatkan fungsi Abang None Jakarta agar memiliki dampak nyata pada masyarakat Jakarta. Menjaga tradisi serta menambah inovasi dalam program-program Abang None Jakarta. Memperkuat solidaritas dan hubungan antar wilayah yang meliputi wilayah pemerintahan DKI Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Kepuluan Seribu.
            Menurut Bang Nana (Ketua IANTA 2014 -2016), orang-orang yang sudah terpilih dan masuk ke IANTA, pribadinya akan berubah dan meningkat ke arah yang lebih baik. Terbentuknya IANTA berangkat dari rasa sayang, sebab setelah setahun menjabat, Abang dan None Jakarta tidak punya tanggung jawab lagi dan akan digantika oleh Abnon berikutnya. Maka dibentuklah Ikatan Abang None Jakarta agar bisa tetap berkumpul dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan kota Jakarta.
            Di dalam IANTA sendiri ada ragam komunitasnya. Masing-masing bergerak sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
            “Misalnya, komunitas yang bergerak di sport, menghidupkan klub bola, basket, dan tenis. Komunitas yang berhubungan dengan seni, bergerak di bidang seni dan teater (tergabung dalam Teater Abang None), Komunitas yang bergerak di bidang kurikulum, serta Komunitas yang berbagi dengan masyarakat.
“Orang-orang berbakat jika dikumpulkan dalam satu komunitas besar akan memberikan manfaat besar pula pada masyarakat. Salah satu contoh di bidang sosial, IANTA berhasil mengumpulkan dana untuk anak-anak penderita kanker,” papar Bang Nana panjang lebar tentang kegiatan di IANTA.

Teater Abang None
            Talkshow berlanjut dengan penjelasan Maudy Koesnaedi tentang Teater Abang None. Teater non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya Betawi ini, berdiri pada tahun 2009 atas prakarsa Mpok Mod. Anggotanya adalah alumni dan yang masih menjabat sebagai Abang dan None Jakarta. 
Maudy Koesnaedi
            Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang dan None Jakarta Utara. Mereka berhasil membuat sebuah pementasan berjudul “Cinta Dasima” pada tahun 2009, “Doel: Antara Roti  Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010, dan “Sangkala 9/10” pada tahun 2011. Selanjutnya di tahun 2013 (produksi ke-4), Teater Abnon kembali mementaskan pertunjukan berjudul “Soekma Djaja”. Setelah itu, Teater Abang None terbuka untuk semua wilayah di Jakarta.
            Ketika disinggung tentang ajang pemilihan Abang dan None Jakarta, Maudy Koesnaedi yang pernah menyandang gelar None Jakarta 1993 ini mengatakan, “Susah lho tenyata untuk menjadi Abang None Jakarta itu. Kecantikan dan penampilan itu bukan nomor satu, tapi tidak bisa dinomorduakan, karena Abang dan None Jakarta harus mempresentasikan kebudayaan Betawi ke luar dengan cerdas dan pesona yang baik.”
            Teater Abang None sendiri menunjukkan kepedulian yang tinggi dari Mpok Mod terhadap budaya Betawi. Ia berjuang melestarikan budaya Betawi ini melalui seni tari, musik, dan peran.
            “Kalau bukan karena cinta dari hati, mungkin saya sudah menyerah untuk memberdayakan potensi Abang None Jakarta untuk melestarikan kedudayaan Betawi,” ujar Maudy Koesnaedi sepenuh hati.
            Sebagai bocoran yang patut ditunggu untuk disaksikan, Teater Abang None akan kembali menggelar pementasan berjudul “Jawara! Langgam Hati dari Marunda”. Pementasan ini akan ditampilkan pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2015 di Gedung Kesenian Jakarta. Persiapannya yang sudah dimulai sejak bulan Januari 2015 menjadikan “Jawara! Langgam Hati dari Marunda” ini menjadi produksi yang menghabiskan persiapan terlama dibanding produksi lainnya.
Maudy Koesnaedi menambahkan informasi bahwa pertunjukan itu nanti akan menampilkan silat asli dari Betawi. Mereka akan mendatangkan tiga perguruan silat asli Betawi, yaitu Harimau Belut Putih dari Depok, Sabeni dari Tanah Abang, dan Putra Betawi.
“Di kesempatan ini pula semua Abang None akan dilatih silat asli dari Betawi,” ujarnya.
“Saya selalu bangga dengan Teater Abang None ini karena mempresentasikan semangat Abang None untuk terus berkarya. Mau latihan berbulan-bulan tanpa dibayar,” ujarnya lagi.
Berkaitan dengan budaya Betawi sendiri, Mpok Mod mengatakan, “Jakarta tidak hanya Monas, kerak telor, dan Ondel-ondel. Banyak hal lain yang perlu digali lebih dalam lagi.”
            Talkshow masih berlanjut dengan menyimak penjelasan dari Bang Cucu (perwakilan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta). Ia mengatakan bahwa acara pemilihan Abang None Jakarta ini adalah murni produk pemerintah DKI Jakarta.
            “Tidak ada embel-embel produk brand di belakangnya. Jadi tidak sama dengan pemilihan-pemilihan lainnya. Namun, salah satu kelemahan dari pemilihan Abang None Jakarta ini adalah kurangnya publikasi,” jelasnya.
Hermawan Kartajaya
Pemberian sertifikat apresiasi

            Sesi terakhir dari mini talkshow itu ditutup oleh penjelasan Pak Hermawan Kartajaya yang ikut menjadi juri, marketing serta public relation pada Abang None Jakarta. “Tidak gampang untuk menjadi Abang None ini. Pemilihan Abang None ini sangat bermutu, harus full package, bukan cuma sekadar cantik dan tampan tapi juga harus memiliki attitude yang baik, berwawasan luas, terutama mengenai budaya Betawi,” pungkasnya.
 
Performance Teater Abnon


            Dari mini stage, kami kembali diajak menuju panggung utama. Di sesi berikutnya saya kagum melihat penampilan para Abang None di atas pentas. Apa yang tadi dikatakan oleh Abang dan None Jakarta 2014, Bang Nana, Mpok Mod, Bang Cucu, dan Pak Hermawan semakin terbukti. Abang dan None Jakarta yang mengisi event itu berhasil tampil maksimal dengan pertunjukan bagian dari seni Betawi, yaitu tari-tariannya. Bravo, Abnon Jakarta! [Wylvera W.]

Note:
Informasi yang lebih lengkap tentang Teater Abnon, ada di www.teaterabnon.com atau follow akun twitternya @TeaterAbnon, dan mampir di Instagramnya @TeaterAbnon.

Dokumentasi : Pribadi

           

14 komentar:

  1. Mpok Mod cantik ya *salah pokus*

    BalasHapus
  2. Yang sebelahnya juga kan? *maksa sambil megang petasan* Hahahaha

    BalasHapus
  3. alumni abang none nyk yg menorehkan segudang prestasi setelah mengikuti ajang abang none jakarta... Termsk juga Maudy Kusnaedy, artis favoritku, pembawaannya kalem dan sederhana namun smart...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Rita. Kata suamiku, di Bank Indonesia pun ada mantan Abnon yang lolos keterima jadi pegawai. Pintar-pintar soale.
      Aku juga senang liat Mpok Mod. Pembawaannya yang bersahaja dan smart jadi daya tarik yang kuat, selain cantik. ^_^

      Hapus
  4. Maudy dari dulu sampe sekarang gitu2 aja ya wajahnya, awet mudaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Rahmi. Semakin nambah usianya, kecantikan dan kematengannya semakin terpancar. :)

      Hapus
  5. Wah, udah lama nih gak melihat sosok Pak Hermawan Kartajaya. Udah makin sepuh ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga terakhir liat Pak Hermawan waktu acara ASEAN Blogger. Kemarin sempat heran pas liat beliau wara-wiri di area panggung. Ternyata beliau yang punya gawe. Hahaha ... beginilah kalau nyerap infonya gak lengkap. ^_^

      Hapus
  6. cie cie cie...
    yang foto bareng maudy :)

    eh ya, kalo waktunya ga jam 5an saya pasti ikut
    tapi jam segitu mah dagangan lagi laris2nya, ga bisa ditinggal
    padahal ada Hermawan Kartajaya juga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, biar ketularan awet mudanya. :p

      Hapus
  7. Zaenab semakin tua semakin cantik dan terlihat sangat awet muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tetap cantik dan energik. :)

      Hapus
  8. Acaranya seru dan berbobot ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ani. Betah kita di sana waktu itu. :)

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...