Senin, 28 Maret 2016

Tanaman Kunyit dan Kemangi dari Pekarangan Sendiri




            Membuat catatan tentang tanaman obat, saya jadi ingat satu cerita yang pernah membuat saya panik. Waktu itu anak pertama saya (sekarang sudah SMA kelas 12) masih berumur 2,5 tahun. Entah apa sebabnya, Mira tiba-tiba muntah, perutnya kembung, dan badannya panas. Saya sudah memberinya obat penurun panas, tapi Mira keliatan masih gelisah. Karena saat itu tanggal merah dan sudah larut malam, kami tidak membawanya ke dokter. Saya memberi pertolongan pertama dengan mengoleskan minyak kayu putih ke perut Mira lalu memberinya air putih agar panasnya turun. Tidak bertahan lama, Mira kembali muntah dan suhu tubuhnya masih hangat.
            Saya ingat kalau di depan halaman rumah kami ada pohon jarak. Entah siapa yang menanam pohon yang tumbuh subur persis di pinggir parit itu. Dengan sigap saya memetik beberapa lembar daun jarak itu. Saya bersihkan lalu membakarnya di atas kuali kering. Setelah itu, saya mengoleskan minyak sayur yang dicampur dengan minyak kayu putih pada lima lembar daun jarak yang sudah saya panggang tadi. Saya letakkan lima lembar daun itu di atas perut Mira dan membalutnya dengan kain tipis agar tidak bergeser dan jatuh.  Alhamdulillah, perlahan-lahan Mira tertidur hingga terbangun di pagi hari dengan senyum manisnya yang khas.           
            Dari pengalaman itu, saya jadi belajar untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Walaupun saya tidak begitu hobi bercocok tanam, tanaman yang bisa difungsikan sebagai obat selalu ada di pekarangan rumah kami. Tidak banyak tapi cukuplah untuk berjaga-jaga. Beberapa tanaman itu bisa juga dimanfaatkan sebagai pelengkap bumbu masakan. Ada kunyit, kemangi, mengkudu, binahong, dan sere. Namun untuk postingan One Day One Post dari Ani Berta ini, saya akan bercerita tentang kunyit dan kemangi saja. Yuuuk ….

Aneka ragam manfaat tanaman kunyit
            Siapa sih yang tidak kenal dengan kunyit? Sangat mudah dijumpai. Kunyit selalu digunakan sebagai pelengkap rempah-rempah. Tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara pun kunyit sangat familiar. Selain untuk hiasan taman, kunyit memiliki banyak khasiat.
Inilah salah satu contoh khasiat kunyit yang biasa saya manfaatkan dalam masakan rendang. Kebiasaan menambahkan irisan daun kunyit pada rendang saya contoh dari Mama. Awalnya saya penasaran tentang efeknya. Mama bilang kalau daun kunyit itu akan membuat aroma rendang terasa dan membuat bumbunya semakin gurih serta meresap ke dalam serat daging. Sebenarnya cara menggunakan daun kunyit ini tergantung selera. Bisa dengan menyobek daunnya kemudian diikat lalu dimasukkan ke dalam masakan. Atau dengan cara saya, yaitu mengiri halus daun kunyit lalu menyemplungkannya saat santan mendidih.

Pohon kunyitku
Daun kunyit juga bisa mengurangi bau amis pada masakan. Selain daunnya bisa dipakai untuk campuran bumbu rendang, buahnya juga  bisa dipakai untuk bumbu  masakan gulai, soto, sayur lodeh, kari, dan pewarna alami nasi kuning.
Tanaman kunyit memang paling banyak khasiatnya. Selain sebagai penyedap dan pelengkap masakan, kunyit juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Beberapa penyakit yang bisa dibantu dengan pengobatan olahan kunyit adalah diabetes mellitus, sakit perut karena haid, dan melancarkan ASI. Sementara cara mengolahnya bisa di-search. Yakinlah, Anda pasti akan menemukan panduannya. *hihi… gak mau repot penulisnya ini*

Aroma daun kemangi yang aneh di penciuman saya
            Pertama kali mengenal daun kemangi, saya langsung bilang kalau saya tidak akan pernah mencicipinya. Baunya begitu asing dan aneh di hidung saya. Sementara, teman-teman saya dengan lahap menyantap daun kemangi yang kecil-kecil bentuknya itu bersama sambal terasi dan ikan lele yang baru digoreng.
            Selama hijrah ke Jakarta dan akhirnya menetap di Bekasi, saya semakin sering melihat daun kemangi. Daun ini biasa disajikan bersama irisan ketimun, daun kubis, dan sambal sebagai teman ikan maupun ayam goreng. Belakangan saya melihat lagi kalau daun kemangi juga bisa digunakan dalam masakan pepes. Namun, lama sekali rasanya saya bisa akrab dengan daun yang satu ini.
            Yang membuat saya semakin kuat untuk mencicipinya, ketika waktu itu saya melihat Mama - yang awalnya saya yakin tidak akan suka karena lidah kami tentu tidak jauh berbeda – ternyata begitu lahap menyantap daun kemangi yang dihidangkan di salah satu restoran Sunda. Suatu hari saking penasarannya, saya akhirnya browsing tentang khasiat daun kemangi ini. Ternyata banyak sekali manfaatnya.
Daun kemangi
            Dengan rajin mengonsumsi daun kemangi maka aliran darah pun akan lancar. Kandungan magnesium dan betakaroten yang terdapat dalam kemangi mampu membantu pembuluh darah dan jantung menjadi rileks, sehingga kesehatan organ jantung ikut terjaga dengan baik. Zat arginin pada kemangi berfungsi membantu daya hidup sperma semakin kuat alias mampu mencegah kemandulan. Daun kemangi juga bisa mengobati sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki sel-sel yang rusak, membantu perkembangan tulang, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
            Nah, itu dua dari beberapa tanaman lainnya yang ada di pekarangan rumah saya. Tinggal di komplek perumahan dengan lahan terbatas, tidak menutup kesempatan untuk tetap melestarikan tanaman sebagai apotek hidup. [Wylvera W.] 

Note: Postingan kedua pada #ODOP Fun Blogging

17 komentar:

  1. Siiip mbak. Kereeen. Aku malah sering dapat kiriman kunyit dari ibuk wonogiri. Karena di rumah semarang ini kegiatan berkebunnya baru seputar tanaman hias. Belum tanaman obat. Jadi kayak kemangi gtu masih beli di pasar. Heuheu. Smg bisa segera nanem sendiri di polybag lah minimal. Soalny suka lalapan kemangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejujurnya, aku sebetulnya kurang rajin berkebun. Lebih sering minta bantuan tukang kebun yang suak lewat depan rumah. Tapi untungnya, tetangga sebelah rumah rajin banget memanfaatkan lahan, termasuk mengusulkan supaya lahan di depan rumahku yang persis di pinggir kali dimaksimalkan dengan menanam ragam tanaman. Ada pohon mangga, mengkudu, pohon salam, dan lain-lain. Kalau halaman kecil di belakang rumahku, aku tanami kunyit, lidah buaya, binahong, dan kemangi.

      Hapus
    2. Mbak Norma, aku kok gak bisa masuk ke blog Mbak Norma ya? Why?

      Hapus
  2. Kalau di kampung kunyit dan tanaman obat lain gampang di jumpai, Mbak. Sekarang giliran di kota susah banget. Aku lagi kena syndrome malas berkebun. Doakan donk mbak bisa berkebun lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli buah kunyitnya trus tanam di pot pun gampang, Mbak. Kunyit mudah banget lho tumbuhnya. Ayo, semangat! :)

      Hapus
  3. Aku juga punya kunyit Mbak. Kalau kemangi udah mati, beberapa kali nyebar bijinya nggak bisa tumbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Susah susah gampang ya tumbuhnya. Mudah kering daunnya.

      Hapus
  4. Ah, jadi semangat kepengen bercocok tanam juga nih. Aku kepengen menanam kunyit. Sepertinya ngga makan tempat juga ya Mba.

    BalasHapus
  5. Bapak saya juga rajin banget nanem empon-empon. Ada jahe, kunyit, kencur, sereh, kunci juga. Sekarang nambah lagi tanamannya, ada ginseng sama rosella juga. Kalo saya suka manennya aja..hehe

    BalasHapus
  6. Pertama kali makan kemangi aku nggak suka, rasanya aneh. Eh lama-lama kok enak juga ya, tapi dimakan dengan sambal terasi hehe. Dibuat pepes juga enak :)

    BalasHapus
  7. Duh jadi pengen nanem sesuatu yg bermanfaat di pekarangan jdnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau lahannya cukup silakan, Mbak. :)

      Hapus
  8. kalau aku suka sengaja nyimpe kunyit atau yg lainnya di pojokan kamar mandi, kalau sudah bertunas baru dipindah ke tanah. berkebun itu asik. hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tau bisa begitu caranya nih. Makasih ya, Mbak. :)

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...